IMBAS SUNGAI ASAHAN MELUAP, LABURA ALAMI BANJIR BESAR



Asahan- Banjir melanda kabupaten Labuhan Batu Utara sejak kamis, 03 november 2022. Banjir ini sempat surut tetapi pada hari jum’at, 04 november 2022 banjir semakin besar hingga merendam ribuan rumah warga. Banjir ini merupakan yang terbesar sejak berdirinya kabupaten Labuhan Batu Utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, banjir ini telah merendam sebanyak 1.618 rumah di lima desa dengan ketinggian air rata-rata mencapai 1,5 meter. Tidak hanya merendam rumah, banjir tersebut juga merendam beberapa sekolah yang ada diwilayah kabupaten tetangga yaitu kabupaten Asahan.

Kelima desa yang diterjang banjir, yakni desa Sialang Taji sebanyak 210 rumah, Bandar Durian sebanyak 410 rumah, Aek Kanopan sebanyak 610 rumah, Teluk Binjai sebanyak 160 rumah dan desa Sono Martani sebanyak 228 rumah. Sementara itu, sekolah yang juga terendam banjir di antaranya adalah MIS Al-Falah, MTs Al-Halim, dan SMPN Aek Ledong.

Menurut kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Labura Jamil M Hasibuan, banjir tersebut disebabkan karena meluapnya air sungai Asahan. “Untuk banjir ini merupakan banjir kiriman, bukan karena hujan. Dari sungai Asahan, kena di hulu”, sebut Jamil.

Pemerintah kabupaten Asahan beserta dinas sosial kabupaten Labura telah mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum bagi warga korban banjir. Bantuan berupa sembako juga mulai berdatangan dari pemerintah kabupaten Labura dan berbagai pihak swasta beserta masyarakat yang turut memberikan bantuan bagi korban banjir.


Reporter: Nur Azmi Fauzizah

Komentar